Apa Itu Jurnalisme Pembangunan?

jurnalisme pembangunan

Masyarakat awam mungkin kurang familiar dengan kata jurnalisme pembangunan. Lantas, apa intinya jurnalisme pembangunan? Hal tersebut merupakan suatu disiplin ilmu yang ada di dalam dunia jurnalisme, yang berusaha dan bertujuan untuk memberikan sebuah pemahaman untuk menyadarkan masyarakat tentang makna sebuah pembangunann. Tidak mudah untuk seorang jurnalis dalam meyakinkan pembaca mengenai pentingnya pembangunan. Pembangunan sebagai cara untuk membuat masyarakat mampu berpartisipasi membentuk masa depan.

Pers pembangunan adalah sebutan untuk jurnalisme pembangunan yang dalam praktiknya mengutamakan peran serta pers dalam rangka pembangunan negara dan bangsa yang bertujuan mencapai sebuah perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

Berawal dari sebuah pemikiran untuk menemukan rumus dan sebuah model komunikasi yang cepat, akurat, murah, dan masal dalam tujuan membangun maka diperkenalkanlah jurnalisme pembangunan yang kemudian dikembangkan menjadi disiplin ilmu yang lebih spesifik dalam dunia jurnalistik. Dengan didorong oleh para praktisi jurnalistik berlatar belakang wartawan, maka potensi besar dalam dunia komunikasi dipergunakan untuk membangun negara, yakni melalui kebijakan dan prosedur pemberitaan dalam upaya mendukung gerakan peliputan yang membangun.

Juan Mercado adalah salah seorang pemrakarsa jurnalisme pembangunan dan merupakan direktur Philipine Press Institute, tepatnya pada waktu Press Foundation of Asia menyelenggarakan pelatihan Penuisan Ekonomi se-Asia, untuk pertama kalinya di Manila tahun 1968.  Pembangunan ekonomi dan teknik penulisan yang jelas merupakan poin dalam pembahasannya.

Seperti halnya di negara Indonesia, Departemen Penerangan pada masa orde baru juga unjuk gigi sebagai juru bicara pemerintahan pada masa itu sehingga pada masa itu, masyarakat mengenal media dengan cara-cara yang unik, misalnya saja program koran masuk desa, siaran pedesaan di RRI, siaran desa yang ditayangkan oleh stasiun televisi milik negara TVRI, dan sebagainya. Istilah-istilah tersebut sangat popular sampai pelosok desa dan juga sebagai langkah awal program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah secara sepihak, serempak, dan seragam.

Peliputan jurnalisme pembangunan lebih menitikberatkan pada proses dibandingkan suatu peristiwa. Bahkan, hal yang ditekankan dalam jurnalisme pembangunan bukanlah mengenai suatu kejadian pada waktu tertentu, melainkan bagaimana suatu perubahan dapat berproses dari waktu ke waktu. Hal tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan tidak dapat terjadi dalam waktu singkat sehingga seluruh masyarakat bersatu dengan pemerintah wajib ikut berpartisipasi dalam melaksanakan pembangunan agar terbentuk sebuah negara dan bangsa yang maju.

Kejelian seorang praktisi jurnalisme pembangunan dalam memandang pembangunan ke depan dan menengok apa yang yang telah terjadi di belakang untuk menyampaikan kepada khalayak merupakan kekuatan dalam jurnalisme yang satu ini. Dimulan dari perubahan sosial, ekonomi yang bersifat berkesinambungan dan berjangka panjang, dan semua hal yang berhubungan dengan proses pembangunan dijelaskan sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangannya dan pada tahapan selanjutnya mampu berkontribusi terhadap pembangunan.

Dengan adanya metode dan rumus pendekatan tersebut, maka pemberitaan pembangunan sangat berbeda dan signifikan dengan pemberitaan spot news dan action news. Praktisi jurnalisme menjajaki isu-isu yang diusung pemerintah dengan skala mikro dan makro. Dalam jurnalisme pembangunan, diperlukan tiga poin penting yang wajib dimiliki oleh jurnalis. Tiga poin itu adalah:

  1. Pengkajian
  2. Evaluasi
  3. Dan pemberitaan

Bagaimana sebuah negara membangun kekuatan sosial dan ekonomi merupakan tujuan dari dihadirkannya jurnalisme pembangunan sehingga pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk membantuk sebuah negara yang maju.

Leave a Reply