Asia Tenggara Terancam Penularan Malaria yang Tak Ada Obatnya?

Screenshot_32

ASIA Tenggara terancam dengan penebaran malaria ‘super’ akhir-akhir ini. Tubuh Kesehatan Dunia memohon pada semua masyarakat, termasuk juga Indonesia menghindar penyebaran penyakit dari gigitan vektor nyamuk ini.

Peneliti dari Mahidol-Oxford Tropical Medicine Unit Bangkok menginformasikan, lokasi Asia Tenggara, persisnya di bagian-bagian Kamboja, Thailand, Laos serta Vietnam sudah berlangsung penebaran nyamuk malaria. Efeknya pasti dapat mengganggu masyarakat karna beresiko.

Masyarakat Asia Tenggara betul-betul disuruh untuk menghindar penyebarannya. Karna penyakit malaria tak ada obatnya.

Disamping itu, dalam satu surat yang diterbitkan dalam The Lancet Infectious Diseases dijelaskan, beberapa peneliti mendeteksi perubahan mencemaskan sekitar penyembuhan malaria yang baru keluar. Pada beberapa orang, cara itu bisa menyebabkan resistensi.

Penyembuhan pilihan pertama untuk malaria yaitu memakai artemisinin yang di gabung dengan piperaquin. Namun karna artemisinin dipandang kurang efisien, parasit dalam nyamuk susah dimatikan.

” Saat ini ada tingkat kegagalan yang mencemaskan, ” imbuhnya.

Prof Dondorp menyebutkan, penyembuhan itu tidak berhasil sekira sepertiga dari saat di Vietnam. Sesaat di bagian-bagian daerah di Kamboja tingkat kegagalannya mendekati 60%.

Walau sebenarnya sekira 212 juta orang terinfeksi malaria tiap-tiap tahunnya. Hal semacam ini dikarenakan oleh parasit yang disebarkan oleh nyamuk penghisap darah, dan jadi pembunuh paling utama anak-anak.

Waktunya betul-betul diperlukan partisipasi masyarakat dunia untuk melawan resiko malaria. Setiap saat penyakit ini datang serta dapat menyumbang kematian teratas.

” Jujur, saya cemas dengan penebaran malaria didunia, ” katanya.

Michael Chew, dari Tubuh Amal Riset Wellcome Trust menyatakan, penebaran strain malaria ‘super’ ini paling resistan dengan obat malaria yang telah ada. Karenanya, beberapa pakar mencemaskan serta mempunyai implikasi besar untuk kesehatan orang-orang dengan global.

” Sekira 700. 000 orang per th. wafat karna infeksi yang resistan pada obat, termasuk juga malaria, ” jelasnya.

Bila tak ada orang-orang yang siaga, angka penyebaran serta kematian karena penyakit malaria dapat menginfeksi juta-an orang. Sampai th. 2050 juga, diperkirakan jumlahnya membludak.

Leave a Reply